Thursday, 29 September 2016

CARA MEMBUAT BITCOIN WALLET DI BLOCKCHAIN

Selamat pagi semua..
Kali ini saya akan share tentang cara membuat wallet bitcoin di Blockchain. Wallet bitcoin ini sangat berguna sebagai rekening virtual untuk kamu yang mau menambang bitcoin. Jadi, pastikan sebelum kamu memulai mining bitcoin, kamu sudah memiliki wallet bitcoin.


Pertama, silahkan kunjungi website Blockchain disini.

Kedua, cari tombol/bacaan “Create A Free Bitcoin Wallet”.

Ketiga, isi data yang diminta dengan lengkap (biasanya Blockchain hanya meminta kita untuk mengisi alamat email saja). Setelah itu klik tombol “Continue” (jangan lupa ceklis keterangan “I have read and agree to the Terms of Service.

Keempat, setelah data dikirim, kamu akan menerima email konfirmasi. Silahkan buka email kamu dan klik link yang telah dikirim oleh Blockchain untuk verifikasi akunmu.

Kelima, akunmu sudah aktif dan kamu sudah bisa memulai mining bitcoin. Silahkan login, lalu temukan tombol/tulisan “Start Receiving Bitcoins”. Nanti akan muncul alamat bitcoin yang bisa kamu gunakan untuk mining bitcoin.


email verifikasi dari Blockchain
 

Satu hal yang perlu diingat, saat menerima email verifikasi, kamu akan diberikan dua link. Link yang pertama adalah Verification Link (untuk validasi akun), dan yang kedua adalah Login Link. Saya sarankan untuk menyimpan Login Link tersebut, karena sangat dibutuhkan saat akan login ke akun kamu. Selain itu, yang dibutuhkan saat akan login ke akun kamu bukan email yang didaftarkan, melainkan ID khusus yang ada pada Login Link tersebut.


Baiklah. Cukup sekian yang bisa saya share mengenai CARA MEMBUAT BITCOIN WALLET DI BLOCKCHAIN. Terima kasih atas perhatiannya.

Wednesday, 21 September 2016

Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis Dengan Klik Ads/Iklan 2016

Bitcoin adalah mata uang virtual yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Mata uang ini seperti halnya Rupiah atau Dollar, namun hanya tersedia di dunia digital. Konsepnya mungkin terdengar seperti eGold, walaupun sebenarnya jauh berbeda.

Bitcoin sebagai mata uang memiliki fitur sebagai berikut:
1.      Transfer instant secara peer to peer.
2.      Transfer ke mana saja
3.      Biaya transfer sangat kecil.
4.      Transaksi bersifat irreversible, artinya sekali ditransfer tidak bisa dibatalkan.
5.      Transaksi bitcoin bersifat anonim.
6.      Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun.
7.      Jumlahnya terbatas



Harga pasaran bitcoin sejauh ini relatif tinggi. Berdasarkan sumber dari Bitcoin.co.id, 1Bitcoin (BTC) bernilai Rp 7.785.000. Nilai ini tentunya sangat menarik untuk kalian yang ingin mencari penghasilan sampingan.

Oleh karena itu, berikut saya beberkan beberapa situs yang memberikan bitcoin gratis. (di situs tersebut, kalian hanya perlu mengklik iklan yang ada, lalu kalian akan mendapatkan bayaran berupa bitcoin.


1. BTCClicks





BTCClicks merupakan salah satu situs yang memberikan bitcoin gratis dengan mengklik iklan yang telah disediakan. Situs ini memberikan 0.00000050 - 0.00000100 BTC per iklan yang diklik. Kalian hanya perlu mendaftar dan kalian bisa mulai menambang bitcoin disini. Untuk pendaftaran silahkan kunjungi langsung BTCClicks atau klik disini.

2. Ads4BTC




Situs ini memberikan 0.00000084 - 0.00000151 BTC per iklan yang diklik. Untuk pendaftaran silahkan kunjungi langsung Ads4BTC atau klik disini.

3. BitsForClicks





Situs ini memberikan 0.00086 - 0.00182 mBTC per iklan yang diklik (1 mBTC = 0.001 BTC). Untuk pendaftaran silahkan kunjungi langsung BitsForClicks atau klik disini.

4. CoinAdder





Situs ini memberikan 75 Satoshi per iklan yang diklik (1 BTC = 10.000.000 Satoshi). Untuk pendaftaran silahkan kunjungi langsung CoinAdder atau klik disini.

-------------------------------------------------------------------

Sebenarnya masih ada beberapa situs lagi yang bisa dijadikan tempat menambang bitcoin dengan cara klik ads. Namun, beberapa situs sudah saya coba dan sudah tidak bisa digunakan lagi.

1 POIN PENTING!!! Sebelum kalian memulai menambang bitcoin, pastikan bahawa kalian sudah memiliki bitcoin address. Bitcoin address merupakan rekening virtual yang nantinya akan menampung saldo bitcoin yang telah kalian dapatkan dari situs-situs tersebut. Jika belum memiliki bitcoin address, silahkan lihat cara pembuatannya disini.

Sekian yang bisa saya share tentang Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis Dengan Klik Ads/Iklan. Terima kasih dan selamat menambang!!

Tuesday, 23 April 2013

QUIZ FOUREVER BLUE 2013



            Hello guys!! Apa kabar semuanya?

            Sebelumnya mohon maaf ya kalo udah sedikit bikin heboh di twitter. Hahaha.

Jadi gini. Berita tentang dua tiket gratis yang pernah saya posting itu memang benar adanya. Nah, mungkin yang jadi pertanyaan, “gimana sih cara mendapatkannya? Apa cuma dengan mention saya trus bisa dapat tiketnya?” Yaa ga semudah itu juga. Hahaha. Sebenarnya tujuan dari saya minta dimention biar saya tau seberapa besar antusias kalian untuk mendapatkan tiket gratis tersebut.

Nah, trus gimana donk caranya?

Gampang kok. Disini saya mengadakan QUIZ FOUREVER BLUE. Di dalam quiz ini terdapat lima pertanyaan yang harus teman-teman jawab. Ga banyak kan? Cuma lima soal doank. Jangan sampe salah jawab loh. Soalnya kesempatan ini hanya sekali.

Teman-teman bisa lihat soal-soalnya disini 
Setelah selesai menjawab, silahkan kirim jawaban kalian ke: 
- arwandiharahap4@gmail.com atau 
- arwandi_harahap@yahoo.com
Pengumpulan jawaban dimulai dari hari ini, 23 April 2013 pukul 20.00 sampai Minggu, 28 April 2013 pukul 19.59 ke email di atas. Pemenang nantinya akan diumumkan melalui blog ini serta sosial media (facebook dan twitter)

Ayoo buruan kirim jawaban kalian!! Kesempatan ga datang dua kali lohh :)

For more information, 
- follow me (@Andra_VP), or
- 085659030709 (Wandi)

Wednesday, 19 December 2012

DARI HOBBY HINGGA CITA-CITA. APA CITA-CITAMU SEBENARNYA?

It's Me
Saat ditanya ingin jadi apa kau nanti, jawabanku selalu beragam. Hal itu dikarenakan banyaknya aspek yang saya pertimbangkan. Kalau dari sudut pendidikan, tentu aku ingin menjadi seorang network designer yang handal. Cita-cita itu terbesit saat saya masih mengecap pendidikan di pondok pesantren. Keingintahuan saya akan dunia IT pun mengantarkan saya terbang ke Politeknik Telkom Bandung untun mendalami ilmu IT. Perkiraan saya, ilmu IT itu mudah dipelajari. Namun, pada kenyataannya tidak. Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan dan saya rasa itu tidak akan saya dapatkan kalau saya kuliah di kampus non-IT. Meskipun awalnya merasa kesulitan beradaptasi, tapi saya yakin cita-cita saya bisa tercapai. Setidaknya saya bisa jadi seorang programmer jika gagal menjadi seorang network designer.

Itu kalau dari sudut pendidikan. Kalau dilihat dari hobby, cita-citaku bisa lebih meluas lagi. Setidaknya ada tiga hobby yang paling saya senangi, yaitu fotografi, jurnalis dan menyanyi.Kalaulah hobby bisa melahirkan cita-cita, berarti ada tiga cita-cita yang bisa tercapai dari hobby ini? Mari kita telusuri satu-persatu.

Fotografi. Bisa dibilang ini hobby lama yang bersemi kembali. Dulu saya pernah tertarik pada dunia fotografi saat duduk di kelas 4 KMI pondok pesantren. Kebetulan saat itu saya juga aktif di dunia jurnalistik. Dengan modal kamera pocket, saya coba untuk belajar fotografi. Tentu hasilnya kurang maksimal. Oleh karenanya saya tinggalkan fotografi dan fokus di jurnalistik. Nah, setelah masuk ke dunia perkuliahan, hobby itu kembali naik karena seringnya saya berada di kepanitiaan yang membidangi publikasi dan dokumentasi. Tapi kalau dipikir-pikir, ini takkan jadi proiritas utama saya.

Jurnalistik. Ini yang saya tekuni sejak saya pondok pesantren. Kalau ditanya pengalaman, saya punya cukup banyak pengalaman di bidang ini. Saya dan dua rekan saya, Handika dan Dimas, menjadi pencetus peliputan  berita yang berskala provinsi. Dimulai dari peliputan berita di jambore santri se-Sumatera Utara di Sibolangit hingga akhirnya bisa meliput di Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren se-Sumatera Utara di Pandan, Tapanuli Tengah. Karena keberhasilan ini juga kami berhasil mengutus dua kru kami untuk meliput Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional di Surabaya. Tapi, semangat jurnalis itu hilang saat aku memasuki dunia perkuliahan. Entah mengapa saya juga bingung. Untungnya saya masih punya blog ini. Jadi saya masih bisa menyalurkan hobi corat-coret saya.



Thursday, 18 October 2012

Ungu - Cinta Dalam Hati

bagiku musik bukan sekedar hiburan belaka. Namun, musik sudah seperti menjadi bagian dari hidupku. Bahkan, tak jarang lagu bisa mewakilkan isi hatiku. Mungkin lagu yang saya posting ini adalah ungkapan dari apa yang sedang aku rasakan saat ini :D

Mungkin ini memang jalan takdirku
Mengagumi tanpa di cintai
Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
Dengan hidupmu, dengan hidupmu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Telah lama kupendam perasaan itu
Menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
Bahagia untukku, bahagia untukku

Reff:
Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
Meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja

Repeat reff

Sunday, 6 May 2012

Profesionalisme dalam Menulis itu Perlu!


Malam ini, tanpa disengaja saya mengingat suatu kejadian yang sangat membekas di ingatan saya sampai saat ini. Suatu kejadian yang saya sendiri tidak mengira bakal terjadi. Cerita ini menyangkut hobi saya di pesantren(jurnalis). Melalui tulisan ini, mungkin saya bisa sedikit berbagi dengan teman-teman semua sekaligus mengingatkan akan pentingnya profesionalisme dalam penulisan sebuah berita.

Di suatu siang, seperti biasa saya melakukan aktifitas saya di Raudhah Pos, mencari berita dan menerbitkannya di mading. Kebetulan waktu itu kami tinggal membutuhkan satu topik berita lagi. Saya yang saat itu menjadi penanggung jawab dalam pencarian topik utama hampir frustasi karena tak kunjung mendapatkan topik yang benar-benar hangat. Bahkan, hingga selesai ashar pun saya belum juga mendapatkannya.

Entah mengapa, setelah sholat ashar, saya yang saat itu sedang menuju kantor Raudhah Pos melintasi etalase yang biasa kami gunakan untuk mempublikasikan karya-karya tulis yang kami buat. Kebetulan etalase kami bersebelahan dengan etalase AMAR, salah satu grup yang bergerak di bidang tulis menulis dan seni. Saya yang saat itu sedang memegang kamera secara spontan mengambil foto etalase AMAR yang pada saat itu sedang kosong. Selepas mengambil foto saya langsung menuju ruangan kerja dan mulai membuat berita melalui gambaryang barusan saya ambil. Saya benar-benar bingung apa yang sebenarnya ada di pikiran saya saat itu.

Setelah pengeditan, akhirnya "koran raksasa" pun selesai dan siap untuk dipublikasikan. Saat itu tidak ada sedikitpun keraguan dalam diri saya saat menempelkan koran itu di etalase kami. Namun, belum sampai satu jam, saya mendapatkan sedikit masalah. Para kru dari AMAR yang saat itu juga akan mempublikasikan karya mereka terkejut dengan berita yang kami(Raudhah Pos) terbitkan. Permasalahannya terdapat pada sebuah judul berita yang mungkin anda juga pasti marah jika anda melihatnya walaupun anda bukan termasuk bagian dari AMAR. Tulisan "AMAR, how are you?" di judul berita yang saya buat telah membuat hampir seluruh kru AMAR yang melihatnya emosi. Saya pun tampaknya tidak bisa diam dengan hal ini.

Setelah suasana tampak sepi, saya pun bergegas menuju etalase dan langsung mencabut "koran raksasa" yang kontroversial itu. Namun, ternyata sebagian kru AMAR yang tak lain teman seangkatan saya telah membuat rencana untuk melabrak saya. Malam itu saya berusaha untuk tenang dan tidak terlalu mengambil pusing. Akan tetapi, keesokan harinya salah seorang kru AMAR yang juga teman saya datang melabrak saya langsung ke kamar saya. Sungguh saat itu saya tidak mampu berkata apapun karena saya memang berada di posisi yang salah. Pasca kejadian itu, saya pun segera meminta maaf secara langsung kepadanya dan kepada pimpinan redaksi AMAR. Saya juga meminta maaf langsung kepada sebagian kru AMAR.

Di sini saya mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga. Profesionalisme dalam menulis sangat dibutuhkan, khususnya dalam penulisan sebuah berita. Profesionalisme itu juga termasuk dalam attitude dalam penentuan bahasa yang digunakan. Kejadian di atas menunjukkan bahwa profesionalisme menulis tidak terlihat karena saat itu saya juga berada dalam tahap belajar. Profesionalisme ini juga harus benar-benar diperhatikan agar pihak-pihak yang terkait dalam berita yang kita buat tidak tersinggung. 

Satu hal yang juga saya ingat, setelah melakukan kesalahan yang tergolong fatal itu, saya sempat berhenti menulis. Namun, perlahan saya mulai sadar kalau kesalahan merupakan bagian dari pembelajaran. Itulah yang membuat saya kembali bersemangat untuk menulis dan terus menulis lagi. Tentunya dengan memperhatikan profesionalisme dalam menulis. 


Tuesday, 7 February 2012

Kau dan Hartamu Milik Ayahmu




Jabir r.a menceritakan ada laki-laki yang datang menemui Nabi SAW dan melapor. Dia berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku ” “Pergilah kau membawa ayahmu kesini” perintah Beliau saw.

Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada Beliau. Jibril berkata: “Ya, Muhammad, Allah ‘Azza wa Jalla mengucapkan salam kepadamu, dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang dikatakan dalam hatinya dan tidak didengarkan oleh teliganya.” Ketika orangtua itu tiba, maka Nabi pun bertanya kepadanya: “Mengapa anakmu mengadukanmu? Apakah benar engkau ingin mengambil uangnya?” Lelaki tua itu menjawab: “Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya) atau khalati (saudara ibu) nya, atau untuk keperluan saya sendiri ?” Rasulullah bersabda lagi: “Lupakanlah hal itu. Sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di dalam hatimu dan tak pernah didengar oleh telingamu !” Maka wajah keriput lelaki itu tiba-tiba menjadi cerah dan tampak bahagia, dia berkata: “Demi Alloh, ya Rasulullah, dengan ini Allah SWT berkenan menambah kuat keimananku dengan ke-Rasulanmu. Memang saya pernah mengatakan sesuatu dalam diriku yang mana  kedua telingaku tak pernah mendengarnya …” Nabi mendesak: “Katakanlah, aku ingin mendengarnya.” Orang tua itu berkata dengan sedih dan air mata yang berlinang: “Saya mengatakan kepadanya kata-kata ini: 

‘Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda. Semua hasil jerih-payahku kau minum dan kau reguk puas.
Bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah lantaran sakit dan deritamu, aku tak bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan kau yang menderita. 
Lalu airmataku berlinang-linang dan meluncur deras. Hatiku takut engkau disambar maut, padahal aku tahu ajal pasti akan datang.
Setelah engkau dewasa, dan mencapai apa yang kau cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah kaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan.
Sekiranya kau tak mampu penuhi hak ayahmu, kau perlakukanlah daku seperti tetangga dekatmu.
Engkau selalu menganggap kesalahan(ku), seolah-olah kebenaran selalu menempel di dirimu

Selanjutnya Jabir r.a berkata: “Pada saat itu Nabi langsung memegangi ujung baju pada leher anak itu seraya berkata: “Engkau dan hartamu milik ayahmu!”(HR. At-Thabarani dalam al Mu’jamu As Saghir dan al Mu’jamu Al-Ausath).